HAIV/AIDS

aids4.jpg Provinsi Jatim menempati urutan keempat dalam kasus HIV/AIDS di Indonesia. Dan yang paling banyak terjadi di Surabaya, yakni 70% atau sekitar 476 jiwa ada di surabaya. faktor pemicunya, selain di surabaya ada tempat lokalisasi terbesar di Asia tenggara, juga karena perubahan perilaku manusia terutama remaja. Hal ini mengingat kasus HIV/AIDS tidak hanya disumbang dari perilaku seks bebas namun juga dari pengguna NAPZA maupun pengguna jarum suntik narkoba.  Kasi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Jatim, Drg Ansarul Syahruda mengatakan, ini terlihat dari usia penderita HIV/AIDS yang rata-rata pada usia produktif yakni 20-29 tahun. Berbagai upaya sudah dilakukan baik melalui penyuluhan-penyuluhan di sekolah dan para mahasiswa. namun upaya non teknis penting lainnya yang perlu diperhatikan yakni peran orangtua dalam mendampingi remajanya.  ”Ini merupakan upaya komprehensif dan berkesinambungan, karena remaja adalah usia labil yang cenderung mencari jati dirinya sehingga orang tua perlu terus memberi dampingan agar anak tidak terjerumus pada pergaulan yang salah,” katanya. aids-3.jpg Di Surabaya, sudah memiliki banyak klinik Voluntary Consulting Test (VCT) dan layanan di rumah sakit, di antaranya RS dr soetomo, RS Bhayangkara, RS Suwandi dan RSAL Surabaya. Namun yang lebih penting lagi, peran masyarakat yang seharusnya ikut menyosialisasikan bahaya dari penyakit tersebut. Ini mengingat faktor penyebab seperti perilaku remaja di luar sekolah dan rumah tidak mudah diketahui lebih detil.  Koordinator Pokja Penyuluhan Penanggulangan Napza dan HIV/AIDS (BPNA) Drs R Otto Bambang Wahyudi mengatakan, Jawa Timur saat ini memang berada di jajaran bersama dengan 5 propinsi lain, yakni Jawa Barat, DKI Jaya, Papua, Bali dan Riau sebagai propinsi yang secara epidemiologi terkonsentrasi (Prevalensi HIV/AIDS pada kelompok resiko tinggi > 5 %).  Kini, dalam melaksanakan penanggulangan HIV/AIDS, BPNA membentuk Kelompok Kerja dengan anggotanya dari instansi terkait dan LSM yang dikoordinasi oleh 

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar