ROKOK

rokok2.jpg                   rokok.jpg
Semua orang selalu menginginkan kehidupan yang dijalani adalah kehidupan yang sehat yang dicerminkan oleh lingkungan sehat. Oleh karenanya menjaga lingkungan sehat sudah menjadi kewajiban seluruh masyarakat bukan hanya pemerintah. Jika ingin memiliki kehidupan yang sehat kita harus memulainya dengan cara menanamkan pola hidup sehat bagi diri sendiri dulu, keluarga salah satunya anak-anak yang harus ditanamkan sejak dini tentang bahaya merokok, agar di kemudian hari mereka tidak terpengaruh lingkungannya sehingga menjadi perokok.

Akhir-akhir ini kebiasaan merokok aktif pada anak cenderuing meningkat. Bila dulu usia anak berani merokok saat duduk di bangku SMP, sekarang ini dapat dijumpai anak-anak SD kelas 4 sudah mulai banyak yang meroko secara diam-diam. Padahal, konsumsi rokok sejak usia dini dapat menimbulkan kebiasaan merokok yang sulit dihentikan, serta berisiko terhadap kesehatan maupun lingkungan. Selain juga bisa menjadi pintu masuk bagi anak untuk mengkonsumsi narkoba.

Sebagai perokok pasif, anak-anak yang tumbuh dilingkungan yang banyak asap rokok juga memiliki resiko penyakit yang sama, jika terpapar dengan asap rokok untuk jangka waktu yang lama. Laporan The Jakarta Global Youth Tobacco Survey tahun 2000, menunjukan sebanyak 89 persen murid usia 13-15 tahun telah menyedot asap rokok linkungan di tempat umum-umum dan beresiko menderita penyakit bronkitis, pheumonia, serta penyakit telinga tengah.

Penyakit paru kronis pada orang tua dewasa ternyata merupakan akibat paparan asap rokok pada masa anak, rusaknya kesehatan masa anak itu akan diikuti rusaknya kesehatan mereka pada masa dewasa. Hal itu berarti rusaknya produktivitas bagi diri mereka maupun bagi masyarakat, karena itu sejak akhir tahun 60-an di Amerika Serikat dilakukan sejumlah program penghentian merokok di sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar.

Jika Amerika sudah melakukan itu sejak lama, mengapa Indonesia belum juga mengeluarkan larangan merokok pada anak. Tingginya jumlah perokok di usia muda dan anak-anak antara lain akibat pengaruh iklan yang dengan gencarnya mempromosikan produk rokok. Berangkat dari iklan itu anak-anak di bawah usia 18 tahun belum dapat membedakan hak-hak mana yang dianggapnya baik.

Ada kecenderungan dari diri anak-anak meniru apa yang disampaikan oleh iklan suatu produk rokok, kondisi itu diperparah oleh kebiasaan merokok oleh orang tuanya. Dengan membantu orang tua mereka yang perokok untuk berhenti merokok, hal itu tidak saja mencegah anak-anak menjadi perokok, tetapi juga membantu bisa mendorong remaja untuk berhenti merokok.

Narkotika

magadon1.jpgIstilah narkotika berasal dari bahasa Yunani narkotikos, yang berarti “menggigil”. Ditemukan pertama kali berasal dari substansi-substansi yang dapat membantu orang untuk tidur. Di Amerika Serikat, secara legal, narkotika mengacu kepada opium, turunan opium dan senyawa sintetik turunannya. Kokain di Amerika Serikat diklasifikasi sebagai “narkotika” di dalam undang-undang substansi terkontrol secara kimia bukan narkotika.

Pemakaian

Narkotika dapat dipakai dengan berbagai cara. Beberapa dapat dimasukkan lewat mulut dan disuntik. Jenis lainnya dipakai dalam bentuk dihisap seperti rokok dan dihisap melalui hidung secara langsung.

Efek

Efek narkoba itu sangat banyak sekali. Beberapa diantaranya adalah,Orang yang menggunakan narkoba dapat kecanduan atau ketagihan. Orang tersebut akan berusaha bagaimana caranya agar dapat memperoleh narkoba kembali, meskipun melalui cara-cara kriminal. Mata orang tersebut akan merah. Bibir mereka menjadi kecoklatan, bahkan daya tahan tubuh mereka akan turun. Ketika daya tahan tubuh mereka turun, mereka mudah sekali terserang poenyakit. Tubuh mereka akan menjadi kurus kering, dan kurang semangat.Tanda-tanda dini anak yang telah menggunakan narkotika dapat dilihat dari beberapa hal antara lain :

  • 1. anak menjadi pemurung dan penyendiri
  • 2. wajah anak pucat dan kuyu
  • 3. terdapat bau aneh yang tidak biasa di kamar anak
  • 4. matanya berair dan tangannya gemetar
  • 5. nafasnya tersengal dan susah tidur
  • 6. badannya lesu dan selalu gelisah
  • 7. anak menjadi mudah tersinggung, marah, suka menantang orang tua
  • 8. suka membolos sekolah dengan alasan tidak jelas

Bahaya

Diluar bahaya yang ditimbulkan karena kecerobohan atau penggunaan berlebihan, narkotika juga dapat menimbulkan bahaya infeksi, tertular penyakit dan overdosis. Komplikasi ditimbulkan karena pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Hepatitis dan AIDS adalah penyakit yang umum ditularkan melalui pemakaian jarum suntik yang tidak steril sesama pengguna narkotika.

HAIV/AIDS

aids4.jpg Provinsi Jatim menempati urutan keempat dalam kasus HIV/AIDS di Indonesia. Dan yang paling banyak terjadi di Surabaya, yakni 70% atau sekitar 476 jiwa ada di surabaya. faktor pemicunya, selain di surabaya ada tempat lokalisasi terbesar di Asia tenggara, juga karena perubahan perilaku manusia terutama remaja. Hal ini mengingat kasus HIV/AIDS tidak hanya disumbang dari perilaku seks bebas namun juga dari pengguna NAPZA maupun pengguna jarum suntik narkoba.  Kasi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Jatim, Drg Ansarul Syahruda mengatakan, ini terlihat dari usia penderita HIV/AIDS yang rata-rata pada usia produktif yakni 20-29 tahun. Berbagai upaya sudah dilakukan baik melalui penyuluhan-penyuluhan di sekolah dan para mahasiswa. namun upaya non teknis penting lainnya yang perlu diperhatikan yakni peran orangtua dalam mendampingi remajanya.  ”Ini merupakan upaya komprehensif dan berkesinambungan, karena remaja adalah usia labil yang cenderung mencari jati dirinya sehingga orang tua perlu terus memberi dampingan agar anak tidak terjerumus pada pergaulan yang salah,” katanya. aids-3.jpg Di Surabaya, sudah memiliki banyak klinik Voluntary Consulting Test (VCT) dan layanan di rumah sakit, di antaranya RS dr soetomo, RS Bhayangkara, RS Suwandi dan RSAL Surabaya. Namun yang lebih penting lagi, peran masyarakat yang seharusnya ikut menyosialisasikan bahaya dari penyakit tersebut. Ini mengingat faktor penyebab seperti perilaku remaja di luar sekolah dan rumah tidak mudah diketahui lebih detil.  Koordinator Pokja Penyuluhan Penanggulangan Napza dan HIV/AIDS (BPNA) Drs R Otto Bambang Wahyudi mengatakan, Jawa Timur saat ini memang berada di jajaran bersama dengan 5 propinsi lain, yakni Jawa Barat, DKI Jaya, Papua, Bali dan Riau sebagai propinsi yang secara epidemiologi terkonsentrasi (Prevalensi HIV/AIDS pada kelompok resiko tinggi > 5 %).  Kini, dalam melaksanakan penanggulangan HIV/AIDS, BPNA membentuk Kelompok Kerja dengan anggotanya dari instansi terkait dan LSM yang dikoordinasi oleh 

aids-2.jpgKebanyakan orang yang menerima berita bahawa mereka dijankiti HIV/AIDS akan menafikan bahawa keputusan ujian darah itu betul. Anda mungkin berpendapat bahawa keputusan ujian itu salah atau makmal cuai dan telah mencampur-adukkan keputusan ujian. Reaksi seperti ini adalah biasa dan normal.Pada permulaannya, penafian ini mungkin membantu, ia boleh memberi masa dan peluang untuk kamu membiasakan diri dengan jankitan HIV/AIDS. Bagaimanapun, sekiranya penafian ini tidak diatasi, ia merbahaya kerana kamu mungkin tidak mengambil langkah mencegah atau meminta bantuan sokongan dan rawatan.Adalah penting agar kamu melafaskan perasaan kamu kepada doktor atau rakan yang boleh dipercayai agar kamu mendapat rawatan dan sokongan yang diperlukan.aids8.jpgPerasaan marah adalah normal dan biasa ketika menerima berita HIV/AIDS. Kebanyakan pesakit bingung/marah kerana mereka ragu-ragu dari mana mereka mendapat jankitan virus HIV dan tidak mengetahui bahawa mereka pembawa virus itu.Cara mengendalikan perasaan marah ialah·   Bercakap tentang perasaan kamu kepada rakan, kaunselor atau kumpulan sokongan·   Elakkan daripada bergaul dengan orang-orang yang mungkin meningkatkan perasaan marah kamu·   Tingkatkan aktiviti2 supaya tidak terlampau memikirkan perasaan marah itu. 

ANAK

rekreasisetiap anak pasti ingin perhatian dari orang tua . Tapi tidak sedikit anak yang tidak ingin mendapat perhatian yang berlebihan dari orang tuanya(dimanjakan).JADI ORANG TUA harus tahu bagaimana tipe anaknya.jadi dapt memberikan perhatian sesuai dengan yang dibutujkan oleh anaknya. 

  •  

    Januari 2012
    S S R K J S M
    « Mar    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Top Posts

    • Tidak ada
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.